Reality and Expectation
Let's talk about the reality and the expectation.
In my mind, jika kita membayangkan sesuatu yang akan terjadi nanti (what we wanna be in the future), kita harus membayangkannya dengan 2 opsi.
Pertama, opsi yang terbaik, dan yang kedua, opsi yang terburuk.
Why?
Because, jika kita hanya membayangkan yang baik-baik atau bahkan yang terbaik, dan suatu saat nanti itu semua tidak sesuai dengan kenyataan yang kita terima, that's could make us stressful karena kecewa yang berlebih terhadap ekspektasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.
So, kita perlu membayangkan yang terburuk juga supaya seimbang, supaya kita tahu dan bisa terima kenyataan hidup yang sebenarnya.
Karena sepahit apapun itu, yang namanya kehidupan harus tetap berlanjut, harus tetap berjalan.
Masalah memang selalu datang, tapi pasti selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari sebuah masalah.
Ya, meskipun pelajaran dan hikmahnya tidak datang pada saat itu juga.
Berekspektasi boleh, punya cita-cita setinggi-tingginya juga boleh, tapi berekspektasi berlebih dan segala sesuatu yang berlebihan itu juga enggak baik, ya.
04 Juni 2020
What a wonderful Word 👍🏻
BalasHapus